Apa itu Credit derivative ?



Pengertian Credit derivative


untuk mengenai maksud dari credit derivative adalah derivative sekuritisasi yang nilainya berasal dari risiko kredit pada obligasi yang mendasari, pinjaman atau aset keuangan lainnya. dengan cara ini, risiko kredit berada pada entitas selain pihak lawan transaksi itu sendiri, sehingga Entitas ini dikenal sebagai entitas referensi dan dapat berupa korporasi, penguasa, atau bentuk badan hukum lainnya yang memiliki utang. Credit derivative adalah kontrak bilateral antara pembeli dan penjual di mana penjual menjual perlindungan terhadap risiko kredit dari entitas referensi, sehingga hal ini memang sangat Mirip dengan memasang taruhan di arena pacuan kuda, di mana orang yang memasang taruhan tidak memiliki kuda atau lintasan tersebut atau memiliki hal lain yang berkaitan dengan balapan, orang yang membeli credit derivative tidak harus memiliki obligasi yang menjadi objek taruhan. Dia hanya percaya bahwa ada peluang bagus bahwa obligasi yang bersangkutan akan gagal bayar. Awalnya dipahami sebagai semacam polis asuransi untuk pemilik obligasi, ini berkembang menjadi strategi investasi yang berdiri sendiri. Biayanya mungkin serendah 1% per tahun saja dan Jika pembeli derivative yakin bahwa obligasi yang mendasarinya akan bangkrut dalam waktu satu tahun, maka dari pihak pembeli akan memperoleh keuntungan 100 kali lipat dari modal yang telah digunakan.


Sebenarnya untuk mengenai perlindungan kredit dibeli dan dijual antara pihak lawan bilateral, ini dikenal sebagai credit derivative yang tidak didanai. Jika credit derivative dilakukan oleh lembaga keuangan atau special purpose vehicle dan pembayaran di bawah credit derivative didanai dengan menggunakan teknik sekuritisasi, sehingga kewajiban utang diterbitkan oleh lembaga keuangan untuk mendukung kewajiban ini, cara ini dikenal sebagai credit derivative yang didanai. Misalnya, bank yang khawatir bahwa salah satu pelanggannya mungkin tidak dapat membayar kembali pinjaman dapat melindungi dirinya dari kerugian dengan mengalihkan risiko kredit ke pihak lain sambil menyimpan pinjaman dalam pembukuannya.


Sejarah Credit derivative


dari sisi lain untuk Credit derivative ini merupakan subtipe derivatif dan instrumen keuangan yang dapat diperdagangkan yang memiliki pinjaman, kredit, obligasi atau aset serupa sebagai dasarnya dan melindungi potensi resiko gagal bayar di dalamnya untuk pembeli perlindungan dan meningkatkan penyedia perlindungan, namun Ada juga varian murni spekulatif dari credit derivative tanpa aset yang mendasarinya, sebenarnya konsep ini didalam instrumen keuangan yang relatif muda karena hal ini baru saja dikembangkan pada tahun 1991 oleh bank investasi Bankers Trust. Pada tahun 1996, maka disinilah pasar internasional untuk credit derivative telah mencapai ambang batas volume yang menarik bagi semua pelaku pasar untuk pertama kalinya.


Dalam hal credit derivative untuk terdapat proteksi dari para buyer ataupun dari pihak seller, maka sebuah transaksi yang mendasari untuk dilindung nilai (underlying) dengan cara menerapakan resiko kredit dalam suatu pinjaman, kredit atau obligasi terhadap debitur referensi. Kreditur resiko kredit ini mungkin berkepentingan untuk melakukan lindung nilai atas resiko kreditnya sebagai pembeli proteksi dengan credit derivative. Dengan demikian, ia mempertahankan resiko kreditnya sehingga itu dilindung nilai oleh credit derivative, dari sinilah akan terdapat Hubungan kredit asli pembeli perlindungan dengan entitas referensi dengan demikian tidak berubah atau baru didirikan. Resiko kredit dan credit derivative oleh karena itu ada berdampingan untuk pembeli perlindungan. Lain halnya dengan penjamin. Dia hanya bertindak sebagai mitra kontrak dalam hal credit derivative, namun tanpa sebelumnya harus memiliki hubungan dengan debitur referensi namun Hanya saja dalam fungsinya sebagai pemberi proteksi yang memperoleh kredit dan resiko pembayaran karena harus membayar pembeli proteksi jika terjadi credit event.




Jenis Credit derivative


Disini terdapat beberapa jenis credit derivative yang mendasar yaitu credit default swap, total return swap, credit linked notes, dan opsi spread kredit dan untuk pejalasannya sebagai berikut.


(Credit Default Swap) adalah merupakan kontrak credit derivative antara dua pihak lawan. Kalau pembeli melakukan pembayaran dengan berkala kepada penjual, dan sebagai imbalannya maka bagi menerima imbalan jika instrumen keuangan yang mendasarinya gagal bayar. Credit default swap adalah jenis credit derivative terpenting yang digunakan di pasar.


(Total Return Swap) hal ini memang sudah Sesuai dengan namanya, total return swap adalah swap dari total return dari aset kredit yang ditukar dengan return awalan yang dikontrak. Pengembalian total dari aset kredit dicerminkan oleh arus kas aktual dari aset referensi serta apresiasi/penyusutan aktual harganya dari waktu ke waktu, dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, beberapa di antaranya mungkin cukup asing terhadap aset yang bersangkutan, seperti pergerakan suku bunga. Namun demikian, penjual perlindungan di sini menjamin spread awalan kepada pembeli perlindungan, yang pada gilirannya, setuju untuk menyerahkan koleksi aktual dan variasi aktual harga aset kredit kepada penjual perlindungan. Total Return Swap juga dikenal sebagai Total Rate of Return Swap.


(Credit Linked Notes)  ini merupakan sebuah keamanan dengan credit default swap yang memungkinkan penerbit untuk mentransfer risiko kredit tertentu kepada investor kredit. CLN dibuat melalui Spesial Purpose Vehicle, atau kepercayaan, yang dijaminkan dengan sekuritas. Investor membeli sekuritas dari trust yang membayar kupon tetap atau mengambang selama umur wesel. Pada saat jatuh tempo, bagi investor menerima par kecuali kredit yang direferensikan gagal atau menyatakan kebangkrutan, dalam hal ini mereka menerima jumlah yang sama dengan tingkat pemulihan. Trust masuk ke default swap dengan deal arranger. Dalam kasus default, kepercayaan membayar dealer par dikurangi tingkat pemulihan dengan imbalan biaya tahunan yang diteruskan kepada investor dalam bentuk hasil yang lebih tinggi pada catatan.


(Opsi Sebaran Kredit) yaitu sebuah Kontrak derivatif keuangan yang mengalihkan risiko kredit dari satu pihak ke pihak lain. Premi dibayarkan oleh pembeli dengan imbalan arus kas potensial jika spread kredit tertentu berubah dari level saat ini. Pembeli credit spread put option berharap spread kredit melebar dan credit spread call pembeli berharap spread kredit menyempit. Ini dapat dilihat mirip dengan credit default swap tetapi juga melindungi terhadap penurunan kredit bersama dengan default. Pertimbangkan pembeli spread kredit put: dia membayar premi untuk put. Jika obligasi memburuk, spread pada obligasi akan meningkat dan pembeli akan mendapat untung. Tetapi jika kualitas obligasi meningkat, spread kredit akan menyempit, harga obligasi akan turun, dan put menjadi tidak berharga karana adanya pembeli put telah kehilangan premi secara keseluruhan.


Fungsi Credit Derivative


Untuk mengenai Fungsinya seperti semacam polis asuransi yang memungkinkan adanya investor bisa mengalihkan resiko atas aset kredit yang mungkin tidak dimilikinya. Resiko tersebut bisa ditransfer ke pihak lawan atau bisa juga ke penjual jasa perlindungan, misalnya melindungi resiko gagal bayar dari pihak debitur. Selain digunakan oleh Investor selaku pemberi pinjaman, Credit Derivative juga bisa digunakan oleh peminjam atau penerbit obligasi untuk melindunginya dari adanya resiko fluktuasi pasar. Selain itu Derivatif Kredit ini merupakan kontrak keuangan yang digunakan oleh para investor untuk meminimalisir paparan dari adanya resiko kredit. Tujuan Credit Derivative adalah mentransfer eksposur resiko kredit tanpa mentransfer resiko dari aset itu sendiri mengingat Credit derivative sendiri merupakan instrumen investasi berupa kontrak keuangan yang mendasarinya, dari sinilah para Investor bisa mentransfer resiko kredit kepada pihak ketiga yaitu resiko terkait gagal bayar (default) yang dilakukan oleh debitur. Investor akan memberikan imbalan kepada pihak ketiga sebagai pihak yang berperan sebagai penanggung resiko dengan cara membayar sejumlah uang yang disebut sebagai premi. Credit Derivative sendiri nilainya tergantung dari kelayakan kredit atau dari kondisi yang terjadi yang dialami oleh pihak yang terlibat dalam kontrak tersebut.


Contoh Credit Derivative


Anggap saja terdapat Bank bernama (AB) melakukan pememinjam dana sebesar $100 juta kepada Bank (CD), maka Bank AB ini akan tercatat memiliki riwayat kredit yang buruk dan sebagai syarat agar dapat meminjam kepada Bank CD, Sehingga Bank AB harus membeli Credit Derivative terlebih dahulu. Sehingga dari sinilah Credit Derivative tersebut berfungsi untuk menjaminkan resiko gagal bayar yang mungkin terjadi kepada Bank atau lembaga penanggung (pihak ketiga) yang berjanji akan memanggung resiko sesuai kesepakatan apabila Bank AB Apabila suatu saat ternyata mengalami gagal dalam membayar pinjamannya kepada Bank CB dengan memberikan berupa imbalan pembayaran premi setiap tahun yang dilakukan oleh BANK Bingbung AB tersebut dan ketika tidak terjadi gagal bayar maka semua pihak akan memperoleh keuntungan ada kesepatan tersebut karena semua proses sudah berjalan dengan lancar.












*

Post a Comment (0)
Previous Post Next Post